Gebrakan Kepemimpinan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Sejak dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 29 November 2023, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak telah membawa pendekatan kepemimpinan yang berfokus pada kedekatan dengan masyarakat (humanis), ketahanan nasional, serta kesejahteraan prajurit.
Kebijakan Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai KSAD berfokus pada konsep “TNI AD Bersama Rakyat”. Ia berhasil menggeser persepsi militer yang kaku menjadi institusi yang adaptif, berfokus pada solusi lingkungan (air dan pangan), serta berorientasi pada kesejahteraan riil anggotanya.
Berikut adalah beberapa gebrakan kebijakan dan program utama Jenderal Maruli Simanjuntak selama menjabat sebagai KSAD:
1. Keberlanjutan Program Utama: “TNI AD Manunggal Air”
Jenderal Maruli sangat melekat dengan julukan “Bapak Air”. Program yang ia rintis sejak menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana dan Pangkostrad ini dijadikan sebagai kebijakan prioritas nasional TNI AD.
- Gebrakan: TNI AD secara masif menggerakkan para Babinsa di lapangan untuk membangun ribuan titik sumber air bersih, sumur bor, dan pompa hidram di pelosok-pelosok Indonesia yang mengalami kekeringan (terutama di NTT, Papua, dan daerah terpencil). Kebijakan ini dinilai sebagai bukti nyata instansi militer hadir menyelesaikan masalah dasar hidup masyarakat.
2. Fokus pada Ketahanan Pangan Nasional
Di bawah arahannya, TNI AD dikerahkan secara total untuk berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dalam mendukung swasembada pangan.
- Gebrakan: Melalui Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD, ia menginstruksikan pemanfaatan lahan-lahan kosong milik TNI AD untuk diolah menjadi lahan produktif pertanian (padi, jagung, dll.). Selain itu, jajaran TNI AD (terutama satuan Zeni) diturunkan sebagai pelaksana teknis utama lapangan dalam proyek ekstensifikasi dan cetak sawah skala besar di berbagai daerah, termasuk wilayah Merauke, Papua Selatan.
3. Penguatan Ideologi melalui “KSAD Award Kampung Pancasila”
Untuk membendung radikalisme dan memperkuat persatuan dari tingkat akar rumput, Jenderal Maruli menggagas peningkatan kualitas program pembinaan desa.
- Gebrakan: TNI AD menggandeng berbagai pihak swasta dan masyarakat untuk membina hampir 2.000 Kampung Pancasila di seluruh Indonesia. KSAD Award Kampung Pancasila rutin digelar untuk memberikan apresiasi kepada Kodam-Kodam dan wilayah yang berhasil menjaga toleransi, kerukunan, serta nilai gotong royong di daerahnya.
4. Kebijakan Kesejahteraan dan Realitas Ekonomi Prajurit
Jenderal Maruli dikenal cukup terbuka dan pragmatis mengenai dinamika kesejahteraan prajurit di lapangan.
- Gebrakan Hidup Sederhana: Beliau secara tegas meminta seluruh prajurit TNI AD dan keluarganya untuk bersyukur dan menghindari gaya hidup mewah (flexing).
- Sikap terhadap Wacana Bisnis Prajurit: Saat muncul usulan revisi UU TNI terkait aturan larangan berbisnis, Maruli memberikan respons jujur bahwa banyak prajurit di tingkat bawah membutuhkan pendapatan sampingan demi membiayai kebutuhan dasar seperti pendidikan anak (bahkan ada yang menyambi menjadi pengemudi ojek online). Ia menyarankan agar regulasi tersebut nantinya diberikan batasan yang jelas agar tidak mengganggu tugas pokok, namun tetap legal dan transparan untuk membantu ekonomi prajurit.
5. Responsif Pascabencana dan Rehabilitasi Infrastruktur
TNI AD di bawah komandonya menetapkan standar respons cepat terhadap bencana alam. Jenderal Maruli kerap memerintahkan pengiriman satuan cepat zeni tempur untuk membuka jalur logistik, membangun jembatan darurat, dan merehabilitasi permukiman pascabencana alam agar roda ekonomi masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.
Inti Gaya Kepemimpinan: Kebijakan Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai KSAD berfokus pada konsep “TNI AD Bersama Rakyat”. Ia berhasil menggeser persepsi militer yang kaku menjadi institusi yang adaptif, berfokus pada solusi lingkungan (air dan pangan), serta berorientasi pada kesejahteraan riil anggotanya.