Keluarga Minta Jangan Ubah Tragedi Affan Menjadi Alat Provokasi, Wahab Talaohu: Serukan Persatuan
Wahab Talaohu mengingatkan kepada pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan menjelang 17 Agustus 2026. Hal ini disampaikan ditengah adanya informasi yang beredar terkait peringatan 1 tahun wafatnya Affan Kurniawan.
Menurutnya, wafatnya Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025 adalah tragedi yang tidak boleh di eksploitasi menjadi alat politik.
“Jangan sampai ada pihak yang ingin mengeksploitasi wafatnya Affan sebagai alat politik. Karena itu, momentum 17 Agustus 2026 jangan sampai diubah menjadi panggung untuk kepentingan politik sesaat, provokasi, atau agenda pihak-pihak yang ingin melihat Indonesia gaduh”, ucap Wahab.
Wahab juga memberikan dukungan kepada pihak keluarga alm dan yang paling terpenting alm Affan membutuhkan doa dari para saudara sejawat, maupun seprofesi dan seluruh masyarakat yang ikut simpati dengan alm. Alih-alih mengadakan seremonial, dikwahtirkan justru berpotensi ada pihak-pihak yang menunggangi dan memanfaatkan situasi dengan muatan politik dan kebencian terhadap apapun yang menimpa alm Affan Kurniawan.
“Simbol-simbol kemerdekaan, merah putih, lagu kebangsaan, upacara dan perayaan 17 Agustus harus dimakanai sebagai momentum menjaga persatuan bukan dicedarai dengan membangun narasi seolah-olah Indonesia sedang berada dalam keadaan yang tidak terkendali. Indonesia memang masih memiliki banyak pekerjaan rumah, tetapi semua itu harus diperjuangkan dengan data, argumentasi, dan mekanisme demokrasi, bukan dengan cara menciptakan kekacauan, lanjut Wahab.
Melalui video yang beredar dari Zulkifli ayah kandung dari almarhum, keluarga keberatan jika wafatnya Affan di politisasi oleh para provakator. Keluarga lebih mengharapkan ketenangan bagi almarhum melalui doa ketimbang seremonial publik.
Menurut Wahab, pemerintah sendiri sejak awal menyatakan duka cita, Presiden Prabowo memerintahkan agar insiden tersebut diusut secara tuntas, dan Presiden kemudian datang langsung ke rumah duka keluarga Affan.
“Yang juga penting, kasus tersebut tidak berhenti pada pernyataan politik. Polri menyatakan kasus kendaraan taktis yang menewaskan Affan dinaikkan ke proses penyidikan pidana. Dalam proses etik, tujuh personel yang berada dalam kendaraan tersebut juga telah dijatuhi sanksi karena dinilai gagal menjalankan tanggung jawab dalam operasi pengamanan. Ini bukti pemerintah hadir untuk melindungi rakyat dan menegakan keadilan”, tandasnya.
Wahab kembali menghimbau agar masyarakat tetap menjaga persatuan jangan sampai terpancing oleh potongan video, informasi tanpa sumber, maupun narasi yang sengaja memainkan emosi. Periksa faktanya sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
“Kepada siapa pun yang ingin menyampaikan aspirasi, sampaikan dengan tertib dan bertanggung jawab. Kepada pemerintah, terus buka ruang dialog dan dengarkan kritik masyarakat. Dan kepada mereka yang mencoba memanfaatkan momentum 17 Agustus untuk menciptakan kegaduhan, jangan pertaruhkan persatuan Indonesia demi kepentingan politik sesaat. Kita telah mewarisi kemerdekaan dari para pendahulu. Tugas kita bukan mewariskan konflik kepada generasi berikutnya,” tutup Wahab.